 |
| Gambar Ilustrasi: Alasan Belajar Jurnalistik Menjadi Penting |
Belajar jurnalistik menjadi penting, mengapa? karena melatih kemampuan berpikir kritis dan holistik, menyampaikan informasi secara akurat, serta membentuk karakter yang berintegritas dalam menghadapi derasnya arus informasi.
Belajar jurnalistik dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi seseorang dalam menyampaikan pesan dengan jelas, efektif, dan menarik. Keterampilan ini berguna tidak hanya di media, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, organisasi, maupun dunia kerja.
Belajar jurnalistik bukan melulu untuk menjadi wartawan atau menjadi redaktur, namun untuk tahu caranya berpihak pada kebenaran. Karena hingga hari ini jurnalistiklah yang masih berani mengajarkan tentang sikap independen, berlaku netral, akurat, niat jujur dan perilaku benar.
Oleh sebab itulah jurnalistik bukan sekedar koran, bukan sekedar televisi, bukan sekedar media massa, namun jurnalistik adalah suatu cara berpikir dan bertindak yang berpihak pada kebenaran.
Napoleon Bonaparte pernah berkata, bahwa dirinya tidak gentar dengan seribu serdadu, namun nyalinya akan ciut saat disorongkan pena wartawan. Begitu juga dengan Winston Churil yang mengaku merasa ngeri tiada kepalang saat sudah berhadapan dengan media.
Bila hari ini kita menjadi lebih tahu dari sebelumnya, maka itu adalah buah perbuatan jurnalistik.
Saat menulis berita, penulis dituntut untuk menyajikan informasi yang lengkap dan menyeluruh. Hal ini akan melatih logika, analisis, dan kemampuan melihat suatu peristiwa dari berbagai sudut.
Penguasaan terhadap jurnalistik juga akan mempengaruhi kita dalam merekonstruksi atau membentuk realitas yang sebenarnya. Dengan pehamanan terhadap jurnalistik, maka kita bisa mengetahui informasi yang benar itu seperti apa.
Pesatnya pertumbuhan teknologi yang diiringi dengan pertumbuhan media, termasuk media sosial, membuat jurnalistik menjadi penting dipelajari. Jurnalistik mengajarkan proses verifikasi fakta sebelum disampaikan ke publik. Hal ini sangat krusial di era media sosial, di mana berita palsu (hoaks) mudah tersebar. tujuannya adalah menjaga akurasi dan kredibilitas informasi.
Jurnalistik bukan hanya soal menulis, tetapi juga soal kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab moral. Seorang jurnalis harus berani menyuarakan kebenaran meski menghadapi tekanan.
Jurnalistik berperan sebagai pilar keempat demokrasi, mengawasi jalannya pemerintahan dan memberi ruang bagi suara masyarakat. Tanpa jurnalis yang kritis, masyarakat bisa kehilangan akses pada informasi yang benar.
Dengan berbekal keterampilan menulis dan melaporkan sebuah peristiwa, seseorang yang memiliki kompetensi jurnalistik dapat memberikan ruang untuk bersuara bagi kelompok yang terpinggirkan dengan mengangkat isu-isu lokal yang sering terabaikan.
Belajar jurnalistik dapat melatih kesadaran seseorang bahwa setiap kata itu akan berdampak sosial. hal ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan mengasah etika seseorang untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, atau informasi yang menyesatkan.
Keterampilan jurnalistik bisa diterapkan di banyak bidang, misalnya perusahaan media, dunia pendidikan, dunia hukum, organisasi sosial, hingga personal branding. Hal ini akan membuka peluang karier dan ruang kreativitas seseorang dalam membuat cerita (storytelling).
Dengan belajar ilmu jurnalistik akan membantu masyarakat melek media. Masyarakat akan mampu membedakan mana berita asli dan palsu, memahami framing, serta tidak mudah terprovokasi.
Hal ini sangat relevan di era Artificial Inteligent saat ini, di mana informasi bisa dimanipulasi untuk kepentingan tertentu.
Ringkasan Manfaat Belajar Jurnalistik
|
Alasan
|
Dampak
Utama
|
Contoh
Penerapan
|
|
Akurasi
informasi
|
Mengurangi
hoaks
|
Menyaring
berita di media sosial
|
|
Berpikir
kritis
|
Analisis
menyeluruh
|
Menulis
artikel dengan sudut pandang berimbang
|
|
Integritas
|
Karakter
jujur & berani
|
Mengungkap
kasus korupsi
|
|
Komunikasi
|
Pesan jelas
& efektif
|
Presentasi,
pidato, kampanye sosial
|
|
Demokrasi
|
Kontrol
sosial
|
Investigasi
kebijakan publik
|
|
Era digital
|
Melek media
|
Mengelola
konten di platform online
|
Tantangan dan Risiko
- Arus
informasi yang cepat bisa membuat jurnalis tergesa-gesa tanpa
verifikasi.
- Tekanan
politik atau ekonomi dapat mengganggu independensi.
- Hoaks
dan clickbait menjadi ancaman serius bagi kredibilitas media.
Contoh Penerapan
Konteks | Peran Jurnalitik | Dampak |
Pendidikan | Melatih siswa menulis berita sekolah | Meningkatkan literasi dan kepercayaan diri |
Komunitas | Mengangkat isu desa/lingkungan | Memberi solusi dan perhatian publik |
Organisasi | Branding melalui publikasi | Meningkatkan citra dan dukungan |
Demokrasi | Investigasi kebijakan Publik | Transparansi dan akuntabilitas Pemerintah
|
Jadi, belajar jurnalistik bukan sekadar menyiapkan seseorang
menjadi wartawan atau jurnalis profesional, tetapi juga untuk membekali diri
dengan kemampuan kritis, beretika, dan kemampuan berkomunikasi yang
relevan di hampir semua bidang kehidupan.
0 Komentar